Mencari Sosok Pahlawan Pekalongan
MENYEBUT nama KH Abdul Gaffar Ismail secara spontan
pasti menyebut nama Kota Pekalongan. Meski lahir di Padang, 11 Agustus 1911,
dia telah mengabdikan hidupnya selama setengah abad untuk membina umat di
Pekalongan.
Oktober 1935, Gaffar masuk Pekalongan naik kereta api SS (Staats Spoorwagen) dari Batavia (Jakarta) setelah pelayaran dari Teluk Bayur Padang dengan kapal KPM (Koninklijke Paketvaart Maattschappij).
Aktivis partai Persatuan Muslim Indonesia (Permi) Sumatra Barat tersebut harus menjalani masa pembuangan di kota pesisir Pekalongan. Kedatangannya diterima dengan baik oleh tokoh muslim Pekalongan, tentu dalam pengawasan intel kolonial Politiek Inlichtingche Dienst (PID).
Oktober 1935, Gaffar masuk Pekalongan naik kereta api SS (Staats Spoorwagen) dari Batavia (Jakarta) setelah pelayaran dari Teluk Bayur Padang dengan kapal KPM (Koninklijke Paketvaart Maattschappij).
Aktivis partai Persatuan Muslim Indonesia (Permi) Sumatra Barat tersebut harus menjalani masa pembuangan di kota pesisir Pekalongan. Kedatangannya diterima dengan baik oleh tokoh muslim Pekalongan, tentu dalam pengawasan intel kolonial Politiek Inlichtingche Dienst (PID).