Kalender 2019
Sabtu, 12 Januari 2019
Kamis, 10 Januari 2019
Kamis, 26 Juli 2018
Sabtu, 20 Januari 2018
Sabtu, 03 Juni 2017
Senin, 03 Oktober 2016
Ahmad Saleh
Sugiyono
Sedikit sekali orang yang mengetahui tentng hubungan
antara tarekat dengan ajaran Islam pada umumnya. Malah banyak sekali orang yang
menyangka bahwa tarekat itu bukan ajaran dari Islam, maka tidaklah heran banyak
kalangan atau aliran/organisasi Islam yang menentang keberadaan tarekat bahkan
menganggapnya bahwa ajaran tarekat itu sesuatu yang diciptakan oleh orang di
luar Islam.
Studi dan penelitian tentang tarekat belum banyak
dilakukan oleh kalangan ilmuwan dan peneliti. Padahal tarekat mempunyai
relevansi dan kaitan erat dengan kesadaran dan gerakan keagamaan di kalangan
rakyat. Tarekat Qodiriyah, misalnya merupakan aliran tarekat yang berpengaruh
dan banyak pengikutnya di Indonesia. Aliran tarekat ini mempunyai peranan yang
sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan seperti perlawanan para petani di
Banten, dan perjuangan melawan pemerintahan kolonial di zaman revolusi fisik.
Memang terasa ‘asing’ dan langka karena bagi orang
yang belum mengetahui tarekat secara benar akan mengatakan bahwa ajaran tarekat
penuh dengan bid’ah dan dibuat-buat, akan tetapi andai saja kita mau menelusuri
ajaran Islam secara kaffah/menyeluruh maka tidak akan muncul paradigma yang
negatif terhadap tarekat. Akibat muncul paradigma yang negatif terhadap tarekat
maka tak menutup kemungkinan suatu aktifitas yang sebenarnya identik dengan
pengamalan ajaran tarekat disikapi dengan penuh curiga dan bila perlu diberi
stempel sesat dan menyesatkan. Mengapa bisa terjadi demikian? Jawabannya adalah
sebagai berikut:
Senin, 26 September 2016
Bismillahirrohmanirrohim
Dengan Nama
Alloh Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, Sabda Rosululloh Muhammad SAW
(Shollallohu'alaihi Wasallam):
"Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillahirrohmanirrohim" (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a.).
"Adalah Jibril apabila datang kepadaku, yang pertama diberikannya kepadaku ialah Bismillahirrohmanirrohim" (Darulquthni dan Ibnu Umar r.a.).
Dari Anas
bin Malik bersabda Nabi Muhammad SAW:
"Itulah isim dari asma Alloh Tidak lain antara ia dengan nama Alloh 'Akbar' seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya".
"Ismullohil-A'zhom ialah Alloh Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Quran dimulai dengan Bismillahirrohmanirrohim sebelum menyebut nama-nama Alloh yang lain". (Riwayat Imam Bukhari dari Jabir).
"Itulah isim dari asma Alloh Tidak lain antara ia dengan nama Alloh 'Akbar' seperti putih mata dengan hitamnya. Begitulah dekatnya".
"Ismullohil-A'zhom ialah Alloh Apakah engkau tidak lihat bahawasanya pada semua pembacaan Al-Quran dimulai dengan Bismillahirrohmanirrohim sebelum menyebut nama-nama Alloh yang lain". (Riwayat Imam Bukhari dari Jabir).
Demikianlah
jawaban Rosululloh Muhammad SAW ketika ditanya oleh Utsman Ibnu Affan ra
berkenaanBismillah. Sabda Baginda s.a.w. lagi, dari Abu Na'im dan Ibn Sunni
dari Siti Aisyah ra:
"Ketika turun Bismillahirrohmanirrohim mengucap tasbihlah gunung-gunung hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: 'Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu'. Kemudian Alloh bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah".
"Ketika turun Bismillahirrohmanirrohim mengucap tasbihlah gunung-gunung hingga dapat mendengar para penduduk Mekah dan sekitarnya. Lalu mereka berkata: 'Rupanya Muhammad yang menyihir gunung-gunung itu'. Kemudian Alloh bangkitkan awan hingga meneduhkan penduduk Mekah".
Langganan:
Postingan (Atom)




