Selasa, 25 Juni 2013

by SufiMuda
Ada ungkapan dalam bahasa Spanyol yang artinya seperti ini, " Tuhan memberikan apapun yang Anda minta, Anda tinggal meng-order-nya". Artinya Tuhan yang Maha Kaya sanggup memberikan apapun yang di minta oleh hamba-Nya, apapun tanpa batas karena Dia tak berbatas atau tak terhingga. Begitu pengasih dan penyayang Tuhan kepada hamba-Nya sehingga Dia memberikan garansi 100% akan memenuhi apapun yang diminta oleh hamba-Nya sebagaimana firman-Nya: "Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan." (QS. Al-Mu'min: 60).
Guru pernah cerita tentang anak kecil yang meminta sepeda mini kepada Bapaknya yang sangat kaya, anak tersebut menangis terus menerus karena keinginannya belum terpenuhi.
Bapaknya bertanya, " nak, kenapa kamu menangis? ".
Aku pengen sepeda mini, tapi bapak gak belikan ".
Bapaknya tersenyum terus berkata, " nak, bukan gak bapak penuhi, bapakmu ini orang paling kaya di dunia dan permintaanmu juga kecil, jangankan sepeda mini, pesawat terbang pun bapak beli jikau kau meminta".
Dengan kesal anaknya berkata, " Aku pengen sepeda mini aja , untuk apa pesawat terbang, ban nya aja sebesar mobil, kalau bocor gimana tambalnya?"

Minggu, 02 Juni 2013


Dalam dunia pewayangan ada tokoh-tokoh para Dewa yang terkadang dimunculkan dari suatu lakon wayang. Dari para tokoh-tokoh Dewa tersebut digambarkan memiliki karakter sendiri-sendiri, baik wajah karakter maupun kesaktiannya. Mungkin bagi generasi muda Jawa Tengah khususnya kurang paham tentang ini. Maka dari agar kita lebih mengenalnya, berikut saya tuliskan 72 nama dewa dalam dunia wayang kulit. Sebenarnya bukan ini saja, namun karena keterbatasan waktu saya hanya menuliskan 72 nama dewa saja.

1. BATHARA GURU
Juga disebut Sang Hyang Manikmaya adalah putra ketiga Sang Hyang Tunggal dengan Dewi Wirandi / Rekatawati, putri Prabu Yuyut / Resi Rekatama, Raja Samodralaya. Dia memiliki 2 saudara kandung yaitu Sang Hyang Tejamaya / Antaga dan Sang Hyang Ismaya. Batara Guru juga memiliki 3 orang saudara seayah lain ibu putra Dewi Darmani, putri Sang Hyang Darmayaka dari Selong, yaitu: Sang Hyang Rudra / Dewa Esa, Sang Hyang Dewanjali dan Sang Hyang Darmastuti.

Sabtu, 25 Mei 2013

Kiai HM Kholil    Punya Peninggalan Kolam, Airnya Buat Awet Muda
Tergetar hati bila menginjakkan kaki di pelataran pasareaan ulama besar Kiai Haji Moh Kholil yang terletak di kampung Martajasah, Kelurahan Mlajah, Bangkalan, Madura. Ternyata makam itu tidak pernah sepi peziarah. Setiap saat menggema doa dan tahlil dari sebuah cungkup kecil yang letaknya berdekatan dengan masjid tua. Iramanya sakral memecah keheningan malam, menghiasi suasana penuh makna dan pesona gaib.
tapi niat setiap peziarah ternyata berlainan. Ada yang ingin kaya dan saleh seperti kiai, naik pangkat, dekat jodoh atau ingin jabatan baru. Jangan salah tafsir di pesarean ini para peziarah tidak minta kepada kuburan atau makam Kiai, tetapi mereka dengan khusuk membaca melafalkan ayat-ayat suci Alquran sambil berdoa kepada Tuhan YME memohon petunjuk dan hidayah-Nya. “Ziarah di makam Kiai Moh Kholil ingin meneladani apa yang telah dilakukan Kiai semasa hidupnya,” ungkap salah seorang peziarah asal Cirebon yang tidak mau disebut namanya. Makamnya sendiri berada di dalam cungkup dibungkus kain kafan putih. Letak cungkup berdekatan dengan bangunan masjid kecil.

Jumat, 03 Mei 2013


LEGENDA DAN SEJARAH BERDIRINYA KABUPATEN BATANG
Konon pada waktu Mataram mempersiapkan daerah- daerah peratanian untuk mencukupi persediaan beras bagi para prajurit Mataram yang akan mengadakan penyerangan ke Batavia, Bahurekso mendapat tugas membuka hutan Roban untuk dijadikan daerah pesawahan. Hambatan dalam pelaksanaan tesebut ternyata cukup banyak. Para pekerja penebang hutan banyak yang sakit dan mati karena konon diganggu oleh jin, setan peri prayangan, atau siluman- siluman penjaga hutan Roban, yang dipimpin raja mereka Dadungawuk. Namun berkat kesaktian Bahurekso, raja siluman itu dapat dikalahkan dan berakhirlah gangguan-gangguan tersebut walaupun dengan syarat bahwa para siluman itu harus mendapatkan bagian dari hasil panen tersebut. Menurut  legenda, Batang berasal dari kata= Ngembat- Watang yang berarti mengangkat batang kayu. Hal ini diambil dari peristiwa kepahlawanan Ki Ageng Bahurekso, yang dianggap dari cikal bakal Batang. Adapun riwayatnya diungkapkan sebagai berikut:
Demikianlah hutan Roban sebelah barat ditebang seluruhnya. Tugas kini tinggal mengusahakan pengairan atas lahan yang telah dibuka itu.

Minggu, 14 April 2013

POHON TEMBAGA dan ASAL MULA BANYUMAS

Sepintas lalu pohon ini tampak seperti pohon biasa, namun demikian bila anda cermati lebih dekat secara langsung pohon ini mempunyai warna yang khas coklat kekuningan layaknya logam tembaga.
Pohon ini merupakan “prasasti” hidup sejarah Banyumas, karena menurut babad dan cerita sejarah Banyumas dari sini titik tonggak sejarah dimulainya / dibangunnya Kabupaten Banyumas . Pohon ini terletak di daerah yang pertama kali dibangun sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas di hutan Mangli daerah Kejawar dan sekarang terletak di Desa Kalisube
Grumbul Mangli, Kecamatan Banyumas.

Kamis, 07 Maret 2013

Raden. Mas Syahid atau yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga., adalah putera dari Ki Tumenggung Wilatika, bupati Tuban, ada pula yang mengatakan, bahwa nama lengkap ayah Sunan Kalijaga adalah Raden Sabur Tumenggung Wilatika, dikatakan dalam riwayat, bahwa dalam perkawinannya dengan Dewi Saroh Binti Maulana Ishak, Sunan Kalijaga juga memperoleh 3 orang putera, masing-masing : .R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofiah.
Diantara para Wali Sembilan, beliau terkenal sebagai seorang wali yang berjiwa besar, seorang pemimpin, mubaligh, pujangga dan filosofi. daerah operasinya tidak terbatas, oleh karena itu beliau adalah terhitung seorang mubaligh keliling (reizendle mubaligh). jikalau beliau bertabligh, senantiasa diikuti oleh pada kaum ningrat dan sarjana.
Kaum bangsawan dan cendekiawan amat simpatik kepada beliau. karena caranya beliau menyiarkan agama islam yang disesuaikan dengan aliran jaman, Sunan Kalijaga adalah adalah seorang wali yang kritis, banyak toleransi dan pergaulannya dan berpandangan jauh serta berperasaan dalam. Semasa hidupnya, sunan kalijaga terhitung seorang wali yang ternama serta disegani beliau terkenal sebagai seorang pujangga yang berinisiatif mengaran cerita-cerita wayang yang disesuaikan dengan ajaran Islam dengan lain perkataan, dalam cerita-cerita wayang itu dimaksudkan sebanyak mungkin unsur-unsur ke-Islam-an,. hal ini dilakukan karena pertimbangan bahwa masyarakat di Jawa pada waktu itu masih tebal kepercayaannya terhadap Hinduisme dan Buddhisme, atau tegasnya Syiwa Budha, ataupun dengan kata lain, masyarakat masih memagang teguh tradisi-tradisi atau adat istiadat lama.

Minggu, 03 Maret 2013

Ramalan Jayabaya, semakin mendekati kenyataan. Ramalan yang bersumber dari Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan pada tahun 1618 M. Adapun isi ramalan Jayabaya adalah sebagai berikut :

1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik