Sabtu, 15 Desember 2012

Bima
Bima (Sanskerta: Bhima) atau Bimasena (Sanskerta: Bhimaséna) adalah seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. Ia dianggap sebagai seorang tokoh heroik. Ia adalah putra Dewi Kunti dan dikenal sebagai tokoh Pandawa yang kuat, bersifat selalu kasar dan menakutkan bagi musuh, walaupun sebenarnya hatinya lembut. Ia merupakan keluarga Pandawa di urutan yang kedua, dari lima bersaudara. Saudara se’ayah’-nya ialah wanara yang terkenal dalam epos Ramayana dan sering dipanggil dengan nama Hanoman. Akhir dari riwayat Bima diceritakan bahwa dia mati sempurna (moksa) bersama ke empat saudaranya setelah akhir perang Bharatayuddha. Cerita ini dikisahkan dalam episode atau lakon Prasthanikaparwa. Bima setia pada satu sikap, yaitu tidak suka berbasa basi dan tak pernah bersikap mendua serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.
Arti nama
Kata bhima dalam bahasa Sanskerta artinya kurang lebih adalah “mengerikan”. Sedangkan nama lain Bima yaitu Wrekodara, dalam bahasa Sanskerta dieja v?(ri)kodara, artinya ialah “perut serigala”, dan merujuk ke kegemarannya makan. Nama julukan yang lain adalah Bhimasena yang berarti panglima perang.

Sabtu, 08 Desember 2012

si Ribu vs si Ratus Ribu

DIALOG antara uang Rp1.000 dan Rp100.000.

Uang Rp1.000 dan Rp100.000 sama2 terbuat dari kertas, sama2 dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia.
Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.Empat bulan kemudian, mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda. Kemudian di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan,Rp100.000 bertanya kepada yang Rp1.000, "kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau amis?" dijawablah olehnya, " karena aku begitu keluar dari Bank langsung di tangan orang2 bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis. " Lalu Rp1.000 bertanya balik pada Rp100.000, "kenapa kamu terlihat begitu baru, rapi dan masih bersih? " jawabnya, "karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall dan juga hotel2 berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet."
 Bahkan bentar lagi aku telah dipersiapkan untuk kebutuhan menyambut TAON BARU 2013 M.

Senin, 03 Desember 2012

Terkuaknya ke-wali-an Kyai Hamid Pasuruan dan Kisah salam Kyai Hamid kepada 'wali gila' di Pasar Kendal

Suatu ketika seorang Habaib dari Kota Malang, ketika masih muda, yaitu Habib Baqir Mauladdawilah (sekarang beliau masih hidup), di ijazahi sebuah doa oleh Al Ustadzul Imam Al Habr Al Quthb Al Habib Abdulqadir bin Ahmad Bilfaqih (Pendiri Pesantren Darul Hadist Malang).

Habib Abdulqadir Bilfaqih berpesan kepada Habib Baqir untuk membaca doa tersebut ketika akan menemui seseorang agar tahu sejatinya orang tersebut siapa, orang atau bukan.

Suatu saat Datanglah Habib Baqir menemui seorang Wali min Auliya illah di daerah Pasuruan, Jawa Timur, yang terkenal dengan nama Mbah Hamid Pasuruan.

Sabtu, 10 November 2012

Profil Singkat Habib Abu Bakar Bin Yahya Geritan
Pekalongan bukan kota baru, Pekalongan adalah kota tua. Dapat dikatakan Pekalongan termasuk kota tertua di Jawa. Di Jawa ada tiga kota tua; Jeporo, Pekalongan dahulu lebih dikenal Plelen atau Alasroban. Plelen itu mulai dari pantai utara Pekalongan sampai Weleri disebut Alasroban. Alasroban itu bukan berarti hanya Waleri Banyu Putih dari Subah sampai pantai utara itu disebut Alasroban. Dijaman sebelum wali 9 Pekalongan sudah ada. Bukti-bukti untuk menunjukkan bahwa Pekalongan itu kota tua bisa  dilihat dari bukti-bukti peninggalan sejarah terutama makam-makam tua yang ada di Pekalongan, Batang dan sekitarnya. Karena dulu Batang termasuk kabupaten Pekalongan.

Senin, 29 Oktober 2012

MITOS BAHUREKSO
Asal usul Kabupaten Pekalongan

              Miturut cerita rakyat ing jaman biyen ing desa Kesesi wonten tiyang ingkang sekti mandra guna ingkang nggadahi asma Ki Ageng Cempaluk, ingkang nggadahi putra Raden Bahu. Raden Bahu awit cilik sampun ketingal kepinteranipun amargi ramanipun tiyang ingkang sakti.
            Raden Bahu kedah dipungembleng kalian ajaran-ajaran ingkang bener lan kedah dipunbimbing kangge eling lan nyedakake piyambakipun dhateng Sang Gusti Allah saking ramanipun, ingkang nggadahi maksud menawi sampun gedhe R. Bahu dados putra ingkang nggadahi watak ingkang luhur lan hormat kalian keluarganipun. Ki Ageng Cempaluk ngengken R. Bahu kangge ngabdi dhateng Mataram, lajeng ngendhika Ki Ageng Cempaluk maring R. Bahu.

Kamis, 18 Oktober 2012

Hanoman
Hanoman (Sanskerta: Hanuman) atau Hanumat, juga disebut sebagai Anoman, adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putera Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, namun dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antar zaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.
Kelahiran
Hanoman lahir pada masa Tretayuga sebagai putera Anjani, seekor wanara wanita. Dahulu Anjani sebetulnya merupakan bidadari, bernama Punjikastala. Namun karena suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai wanara wanita. Kutukan tersebut bisa berakhir apabila ia melahirkan seorang putera yang merupakan penitisan Siwa. Anjani menikah dengan Kesari, seekor wanara perkasa. Bersama dengan Kesari, Anjani melakukan tapa ke hadapan Siwa agar Siwa bersedia menjelma sebagi putera mereka. Karena Siwa terkesan dengan pemujaan yang dilakukan oleh Anjani dan Kesari, ia mengabulkan permohonan mereka dengan turun ke dunia sebagai Hanoman.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Mengungkap Sosok Saridin
Syeh Jangkung ketika Kecil Sangat Nakal
SIAPA sebenarnya Saridin itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, warga Pati dan sekitarnya mungkin bisa membaca buku Babad Tanah Jawa yang hidup sekitar awal abad ke-16. Sebab, menurut cerita tutur tinular yang hingga sekarang masih diyakini kebenarannya oleh masyarakat setempat, dia disebut-sebut putra salah seorang Wali Sanga, yaitu Sunan Muria dari istri bernama Dewi Samaran.

Siapa wanita itu dan mengapa seorang bayi laki-laki bernama Saridin harus dilarung ke kali? Konon cerita tutur tinular itulah yang akhirnya menjadi pakem dan diangkat dalam cerita terpopuler grup ketoprak di Pati, Sri Kencono. Cerita babad itu menyebutkan, bayi tersebut memang bukan darah daging Sang Sunan dengan istrinya, Dewi Samaran.